Selasa, 15 Mei 2012


Once there was an old man who walks into a restaurant with a tottering step.With a tilted head and shoulders slightly bent forward position, the man leaning on a cane flagship with the steps that are not in a hurry.
Cloth jacket that looks torn, patched trousers, worn shoes, and warm personality made him look different from other patrons in the Saturday morning. Unforgettable is his eyes that sparkle like a diamond, the width and rosy cheeks, and his thin lips that make a warm smile.
The steps stopped, and he turned around, blinking in a little boy who sat near the door. The boy responded with a huge grin. A young waitress named Nina watched him walk tottering toward a table by the window.
Nina went to the old man, and said, "Come, sir, I help you sit."
Without saying a word, the old man smiled and nodded as a thank you. Nina pulled a chair from the table. With one hand, Nina helps him sit in a chair to be comfortable. Then, the waitress pulled the table closer to the old man, and leaned his cane on the desk for easy reach.
With a clear voice and soft, the man said, "Thank you, and may you be blessed for your kindness."
"You're welcome, sir," replied the waitress. "My name is Nina. I'll be back soon and if you need anything, just call me."
After the old man spends his food and drink, Nina brings change. The man was put on the table. Nina helped him rise from his chair and out of his desk. Nina gives up his stick and led her to the front door.
As he opened the door, Nina said, "Please come back, sir!"
The old man turned around, blink and smile and nod as a thank you."Certainly," he said softly.
When Nina was cleaning the table that he used it, she almost fainted. Under the plate, he found a business card and a message in a tissue with a handwritten rather disheveled. Tissue was tucked under five hundred thousand dollars bills.
Message on the napkin that read: "Dear Nina, I have great respect for you and I can see that you also respect yourself. It is evident from the way you treat other people. You've found the secret of happiness. Hangatmu attitude that will shine to all the people that you meet. "
Apparently, after investigation, that served the old man had been a restaurant owner Nina where she worked. This is the first time Nina and other employees also see it directly.
Discover the true happiness of the way we treat others! Extraordinary!

Minggu, 13 Mei 2012

Motivation fisherman

Once, when a fisherman observed sea snake swimming toward his boat.

Once the snake is located near the boat, the fisherman can see the snakeapparently took a frog in its mouth. Feeling sorry for the frog, the fisherman slowlyextended his hand into the water and carefully remove the frog from the snake's mouth. Frog was immediately go away.

But in the hearts of the fishermen that same compassion arise in the snake. The fisherman was to find something that could give her. He found a similar bottle of whiskey, poured the drink a full glass, and carefully handed it to the snake.
The snake then swam away. The fisherman were satisfied with his good deeds.But about ten minutes later, he heard a quiet knock on the side of the boat. Whenturned sideways, he saw the snake is back ... but this time with two frogs in his mouth.
If we compare this story with real life, is not there the similarity between the two? Ifwe give something to a person (or animal) what they want, we can be sure they willcome back again and again. In fact, maybe they will bring all family and friends.

The act of giving and helping others is highly recommended, but it would be much better if the action can also be used as a "tool" of encouragement so that the trigger or in the future they could be more independent and more powerful. Do not let the good we actually make the recipient as a person who just passively wait forhelp from another.
Alkisah, ketika sedang melaut seorang nelayan mengamati seekor ular yang berenang menuju perahunya.     Begitu ular itu sudah berada di dekat perahu, sang nelayan bisa melihat ternyata ular itu membawa seekor katak di dalam mulutnya. Karena merasa kasihan dengan si katak, sang nelayan pelan-pelan mengulurkan tangannya ke dalam air dan dengan hati-hati mengeluarkan katak itu dari mulut si ular. Katak itu pun segera pergi menjauh.
Tapi dalam hati sang nelayan timbul rasa kasihan yang sama pada si ular. Sang nelayan pun mencarikan sesuatu yang bisa diberikan padanya. Ia menemukan sebotol minuman sejenis wiski, menuangkan minuman itu segelas penuh, dan dengan hati-hati memberikannya pada si ular.
Ular itu lalu berenang menjauh. Sang nelayan merasa puas dengan perbuatan baiknya. Tapi sekitar sepuluh menit kemudian, ia mendengar suara ketukan pelan di bagian sisi perahunya. Ketika menoleh ke arah samping, dilihatnya ular itu telah kembali... tapi kali ini dengan membawa dua katak di dalam mulutnya.
     Jika kita membandingkan kisah di atas dengan kehidupan nyata kita, bukankah ada kemiripan di antara keduanya? Jika kita memberikan sesuatu pada seseorang (atau hewan) apa yang mereka inginkan, bisa dipastikan mereka akan kembali dan kembali lagi. Bahkan, mungkin mereka akan membawa sekalian keluarga dan teman-temannya.
Tindakan memberi dan membantu orang lain memang sangat dianjurkan, tapi alangkah lebih baiknya jika tindakan itu dapat juga dijadikan sebagai "alat" pemicu atau penyemangat agar di kemudian hari mereka bisa lebih mandiri dan lebih kuat. Jangan sampai kebaikan kita malah menjadikan pihak penerima bantuan sebagai orang yang hanya berpangku tangan menunggu pertolongan orang lain.

Rabu, 02 Mei 2012

Motivation: The dangers of poor mental

        If poverty is undoubtedly a human shape that I was going to kill poverty (Hazrat Ali).              
so the importance of money, and we must look for it until we die, do you know that no one wants poverty, because it is difficult happy people around us if we are poor, andpoverty is also sometimes hard to make us happy.                                                                                                                                                            wealth is always synonymous with many of its moneyand poverty is always associated with a deficiency or starvation       
poverty is actually the most dangerous is mental poverty, because poor mental can cause poor person's life.poor mental example:
A. habit of asking in person, this is something which is not good when in his humannature mutual help, because it is a habit that makes us dependent on one's expectations, not on yourself.B. always try to help and share with the people around, as is the habit of helping the rich.C. work with the maximum, because the rich work with the maximum.D. planning a high dream, because rich people have high dreams.may be useful and good luc

Menghindari Mental Miskin

 Seandainya kemiskinan itu berwujud manusia niscaya aku yang akan membunuh kemiskinan itu
       begitu pentingnya uang itu, hingga kita harus mencarinya sampai kita mati, tahukah anda bahwa tidak ada orang yang menginginkan kemiskinan,karena sulit membahagiakan orang yang di sekitar kita jika kita miskin, dan juga terkadang kemiskinan membuat kita susah untuk bahagia.
kekayaan selalu identik dengan banyak nya uang
dan kemiskinan selalu identik dengan kekurangan atau kelaparan
       sebenarnya kemiskinan yang paling berbahaya adalah miskin mental, karena mental yang miskin dapat menyebabkan kehidupan seseorang miskin.
contoh mental miskin:
A.     kebiasaan meminta pada orang, ini adalah kebiasaan yang kurang baik walaupun        pada hakikat nya manusia tolong-menolong,karena itu adalah kebiasaan yang    membuat kita menggantungkan harapan pada seseorang, bukan pada diri sendiri.
B.     usahakan selalu untuk menolong dan berbagi dengan orang sekitar , karena menolong adalah kebiasaan orang kaya.
C.    bekerjalah dengan maksimal, karena orang kaya bekerja dengan maksimal.
D.     merencanakan impian yang tinggi, karena orang kaya memiliki impian yang tinggi .
semoga bermanfaat dan semoga  sukses

Senin, 23 April 2012

Perception Motivation

*be successful it is good but much better to be happy. 

we will discuss a perception agrees or not, to win both in business and in life, the actualquality alone is not enough. you have to manipulate the perception of quality. only concerned with public perception, so do not blame the public. of course, the publicmore confidence in his own mind rather than the fact that they never knew.

    public perception that such a deep influence in the purchase and pay for moreexpensive, if you say no, then you oppose and challenge the opinion of almost allmarketing market.